<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2577059547094834860</id><updated>2011-05-11T00:11:31.104-07:00</updated><title type='text'>:)</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yulalala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2577059547094834860/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulalala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yusan Oktavia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13060356692252306144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Np7ZEarue-k/TY6wJoLSwbI/AAAAAAAAAAQ/M5pbXbc7-aY/s220/pe%2Bopo%2Bte%2Boto_%25E5%2589%25AF%25E6%259C%25AC.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2577059547094834860.post-4709969942792824020</id><published>2011-05-11T00:10:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T00:11:31.123-07:00</updated><title type='text'>Kisah Dibalik Alunan Hymne Guru</title><content type='html'>"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebagian dari kita udah ga asing lagi dengan lagu yang satu ini, yang dinyanyikan setiap upacara bendera atau setiap Hardiknas.&lt;br /&gt;Namun bagaimana kisah dibalik lagu sepanjang masa ini ?&lt;br /&gt;Pas siang - siang ga sengaja gue nonton Seputar Indonesia siang dan mendengar tentang berita ini . kaya gimana sih ceritanya ? Let's cekidot ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MY3_9GOMr08/Tco16rhXHzI/AAAAAAAAAAw/u1a3UBgBZbE/s1600/imageslalala.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-MY3_9GOMr08/Tco16rhXHzI/AAAAAAAAAAw/u1a3UBgBZbE/s1600/imageslalala.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;MADIUN&lt;/b&gt;- Potret kelam pendidikan kita bisa dilihat dari  minimnya perhatian dan kesejahteraan yang diberikan pemerintah terhadap  para guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dialami Sartono, pencipta lagu &lt;i&gt;Hymne Guru&lt;/i&gt;. Dia tidak mendapat pensiun meski sudah puluhan tahun mengajar di sekolah negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga  selesai mengajar, statusnya tetap guru tidak tetap (GTT). Bahkan saat  mengajar pun dia hanya mendapat gaji Rp60 ribu per bulan. Tak hanya itu,  dia juga tidak pernah mendapatkan royalti dari lagu ciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  berhenti mengajar di sebuah SMP swasta di Madiun, Jawa Timur, pada 2002  lalu, dia tidak pernah lagi mendapat penghasilan tetap setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga Sartono hanya bergantung  pada penghasilan sang istri, Damiyati, yang masih mengajar di salah  satu SD negeri setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal karya yang pernah disumbangkan  Sartono tidaklah main-main. Lagu yang kerap dibawakan setiap peringatan  Hari Pendidikan Nasional adalah karyawanya yang dibuat pada 1980.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya,  dirinya tidak pernah mendapat royalty meski Kementerian Pendidikan  Nasional mencantumkan lagu itu di beberapa buku sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dia  terima hanya beberapa penghargaan dari para menteri dan pejabat  lainnya. Penghargaan itu kini hanya menjadi hiasan dinding di rumah  sederhananya di Jalan Halmahera, Nomor 98, Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria kelahiran  Madiun 15 Mei 1936 itu, tidak pernah mengeluh apalagi menyesali  nasibnya. Menurut dia, apa yang dialaminya dan juga ribuan guru tidak  tetap lainnya di seluruh Indonesia adalah risiko pekerjaan yang harus  dihadapi dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diusia senjanya kini beliau masih hidup dengan damai sejahtera. Setiap pagi kegiatannya adalah menyapu dan bersih - bersih rumah. Hal ini bisa dibuktikan dirumahnya yang asri dan nyaman .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diusianya yang 74 tahun, tidak banyak yang dilakukannya. Hari - harinya kini diisi dengan membaca surat kabar dan bermain - main dengan kucing peliharaannya. Aktifitas itu dilakukan sambil menunggu sang istri pulang dari mengajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Okezone.com , Portalmadiun.web.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2577059547094834860-4709969942792824020?l=yulalala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulalala.blogspot.com/feeds/4709969942792824020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yulalala.blogspot.com/2011/05/kisah-dibalik-alunan-hymne-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2577059547094834860/posts/default/4709969942792824020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2577059547094834860/posts/default/4709969942792824020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulalala.blogspot.com/2011/05/kisah-dibalik-alunan-hymne-guru.html' title='Kisah Dibalik Alunan Hymne Guru'/><author><name>Yusan Oktavia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13060356692252306144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Np7ZEarue-k/TY6wJoLSwbI/AAAAAAAAAAQ/M5pbXbc7-aY/s220/pe%2Bopo%2Bte%2Boto_%25E5%2589%25AF%25E6%259C%25AC.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MY3_9GOMr08/Tco16rhXHzI/AAAAAAAAAAw/u1a3UBgBZbE/s72-c/imageslalala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2577059547094834860.post-9216385384469969475</id><published>2011-04-01T01:11:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T01:15:38.963-07:00</updated><title type='text'>Beberapa Hal Yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white;"&gt;1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada  dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada  siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;2. Ayah  membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia  tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;4.  Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain  dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil  mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu  bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai  membuat revisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;6. Ayah membantu membuat impianmu jadi  kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang  mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;11.  Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia  punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri  yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan  hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;13.  Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja,  walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;14.  Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan  akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;20.  Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap  semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia  mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;28.  Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau  meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan  pernah bisa melepaskannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;29. Ayah tidak suka meneteskan  air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk  pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya  (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;31.  Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam,  ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama  hampir satu bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau  ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah  mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah  langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam  hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan  pesanlah pada Yang Menciptakannya"&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;33. Untuk masa depan  anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku,  pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu,  berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang  yang telah ku beri padamu".&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;34. Dan untuk masa depan anak  gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita,  jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah  anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi  perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di  hatimu"&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :unikboss.blogspot.com﻿ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2577059547094834860-9216385384469969475?l=yulalala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulalala.blogspot.com/feeds/9216385384469969475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yulalala.blogspot.com/2011/04/beberapa-hal-yang-mungkin-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2577059547094834860/posts/default/9216385384469969475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2577059547094834860/posts/default/9216385384469969475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulalala.blogspot.com/2011/04/beberapa-hal-yang-mungkin-tidak.html' title='Beberapa Hal Yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya'/><author><name>Yusan Oktavia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13060356692252306144</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-Np7ZEarue-k/TY6wJoLSwbI/AAAAAAAAAAQ/M5pbXbc7-aY/s220/pe%2Bopo%2Bte%2Boto_%25E5%2589%25AF%25E6%259C%25AC.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
